cropped-order4_BannerFb2.jpg

6 Tips Memilih Mixer Roti

Enam tips memilih mixer roti untuk usaha rumahan:

1. Pastikan tujuan kita membeli mixer.
Apakah mixer itu untuk menyalurkan hobi anda ber-baking ria, buat bakulan kue, atau bahkan mau buat industri yang lebih serius. Bagi yang hanya baking sesekali dalam sebulan, mungkin pilih yang “budget mixer” alias mixer murah meriah masih tidak masalah. Untuk yang serius bakulan tentunya diperlukan kualitas prima yang biasanya juga berharga tinggi. Bayangkan jika di sela-sela waktu harus memenuhi target/pesanan pelanggan, tiba-tiba mixer kita rusak. Harga sedikit lebih rendah di awal beli, jadi tidak sebanding dengan waktu, tenaga, dan kesempatan yang harus dibuang bila ada kerusakan.

2. Tentukan untuk adonan apa dan jenis mixer
Mixer untuk adonan cake akan lain dengan mixer untuk roti. Meskipun pada dasarnya mixer didisain untuk bisa dipakai di adonan cake, cookies, dan roti dengan membedakan tipe pengaduknya, namun tetap saja si mixer ini punya kelebihan di satu produk. Kalau mixer diperuntukkan untuk aneka ragam produk kue/roti, tentukan produk yang lebih sering kita buat.

3. Tentukan kapasitas mixer
Kalkulasikan kapasitas mixer sesuai dengan jumlah adonan yang kita buat sehari-hari. Bila kita sudah merambah bisnis yang dalam sehari bisa membuat adonan @ 5 kg dalam 3 batch, maka tidak efisien jika kita membeli mixer dengan kapasitas hanya 2,5 kg dengan asumsi kita akan membuatnya dalam 6 batch. Tentukan kapasitas mixer 10-25% lebih besar dari kapasitas kita saat ini.

4. Siapkan budget atau biaya
Jika kita sudah punya angan-angan mixer apa yang akan dibeli, saatnya untuk menyiapkan dana untuk membelinya. Bila memang tujuan kita mixer bagus dengan harga lumayan, jangan bergeming bila ada yang menawarkan mixer harga murah namun melenceng dari 3 hal yang sudah kita tentukan di atas. Ada baiknya bersabar sedikit menunggu tabungan cukup atau bisa juga dengan cara kredit usaha. Sah-sah saja kan kalau berhutang untuk usaha? Rasanya bukan untuk sesuatu hal yang konsumtif.

5. Lakukan review dan perbandingan
Setelah siap semua siap, mulailah mempelajari penawaran yang masuk. Bandingkan bukan saja dari segi harga namun kualitas. Untuk membandingkan juga harus sepadan. Jadi bandingkan mixer kapasitas 2 kg dengan yang sama-sama 2 kg. Cari tau info sebanyak-banyaknya, masukan dari yang sudah pernah menggunakan suatu jenis mixer akan sangat berguna dalam menentukan pilihan kita.

6. Belilah dari agen/supplier terpercaya dan pastikan ketersediaan spare part serta pelayanan purna jualnya. Yang ini tak perlu diperjelas sudah jelas kan?

cropped-order4_BannerFb2.jpg

Menentukan Berat Adonan Roti Dalam Loyang

Sering kita bingung saat pertama kali menentukan berapa berat adonan roti tawar yang harus diletakkan dalam loyang.
Ada rumus yang biasa digunakan oleh para baker, seperti berikut ini:
1. Untuk roti tawar loyang terbuka (open top) –> Berat adonan = volume loyang dibagi 4,5
2. Untuk roti tawar loyang dengan tutup (sandwich) –> Berat adonan = volume loyang dibagi 5,2

Volume loyang, diukur berdasarkan panjang, lebar, dan tinggi loyang.
Contoh untuk ukuran loyang 12,5 × 12,5 x32 cm, maka
1. Berat adonan roti tawar open top = 1100 gram
2. Berat adonan roti tawar sandwich = 960 gram

Faktor/angka 4,5 dan 5,2 diperoleh dari percobaan. Bila tidak puas dengan hasilnya, maka berat adonan ini bisa disesuaikan, ditambah ataupun dikurangi. Misal tekture roti terlalu jarang, maka berat adonan ditambah. Atau sebaliknya bila tekture roti terlalu padat, berat adonan dapat dikurangi.

Mengapa Membuat Roti Harus Menggunakan Tepung Terigu

Untuk membuat roti kita membutuhkan gluten, sedangkan gluten hanya terdapat di dalam tepung terigu (yang digiling dari biji gandum). Gluten adalah sejenis protein yang tidak larut dalam air dan memiliki fungsi untuk menahan gas yang terbentuk selama fermentasi/peragian. Gluten akan terbentuk jika tepung terigu diberi air dan diuleni.

Ada 2 macam protein dalam tepung terigu yaitu protein yang tidak larut dalam air (gluten) dan protein yang larut dalam air. Gluten merupakan unsur terpenting dalam pembuatan roti. Gluten menghasilkan jaringan elastis yang berfungsi menahan gas CO2 yang dihasilkan ketika adonan berfermentasi/mengembang sehingga adonan dapat mengembang dengan sempurna.
Pada tepung terigu protein rendah, kandungan gluten ini sangat sedikit sehingga tidak mampu menahan gas CO2 yang dihasilkan yang berakibat roti akan kempes atau keras/alot setelah dipanggang. Bila membuat roti dengan terigu protein rendah maka hasilnya tidak akan maksimal karena volume roti tidak bisa besar, teksture tidak halus dan jumlah roti yang dihasilkan tidak sebanyak jika menggunakan terigu protein tinggi.
Pada pembuatan roti manis, kadang-kadang dipakai campuran terigu protein tinggi dan sedang agar diperoleh teksture roti yang lebih lembut dan tidak terlalu kenyal.

cropped-order4_BannerFb2.jpg

Perbandingan Heavy Duty Mixer Skala Kecil

Di bawah ini adalah perbandingan antara heavy duty mixer untuk skala kecil sejenis industri rumah tangga ataupun dipakai di laboratorium baking untuk percobaan. Mixer ini bisa dipakai untuk membuat roti dalam kapasitas kecil atau percobaan.

Harga yang ditulis adalah berdasarkan harga bulan Oktober 2010.

Tabel Perbandingan Heavy Duty Mixer

Item Bear Varimixer Kenwood Kitchen Aid Bosch
Tipe Teddy 5 Bear Major KMM 760 KA Pro 600 Universal – MUN6N10UC
Asal Merk Denmark UK USA Germany
Harga, juta Rp + 11 + 9,5 + 6,6 + 4,6
Bahan/mangkok Stainless steel (SS) Brushed SS SS Plastik PP, SS (pilihan)
Daya listrik, watt 300 1200 575 800
Kapasitas mangkok/bowl, liter 5 6,7 5,7 6,2
Kapasitas tepung, kg 1 1 1,1 (bread flour) 1
Kapasitas adonan, kg 2,5 2,4 2 2
Ukuran pxlxt, cm 22 x 46 x 40 23 x 39 x 34 29 x 37 x 42 39 x 30 x 28
Berat, kg 18 10,2 11,4 6,8
cropped-order4_BannerFb2.jpg

Supplier Mesin Roti

Supplier mesin roti (bakery):

1. PT Sinar Cahaya Cemerlang
Jl. Bungur Besar n0 85 Blok B-I,
Jakarta 1062, Telp. 021-4205344

Kompl. Ruko RM I, Blok H-16, Jl. Ngagel Jaya Selatan,
Surabaya, Telp. 031-5056011

2. PT Ometraco Arya Samantha
Jl. Daan Mogot Km 12 no 9, Cengkareng,
Jakarta 11730 Telp. 021-6196166, 6196977,6196388

3. PT Sinar Himalaya
Jl. P. Jayakarta 117 blok A no.8-11,
Jakarta 10730, Telp. 021-6599657

Jl. Kedungdoro no 36-46 Blok B 6-7,
Surabaya 60251, Telp. 031-5322160, 5342735, 5344035

cropped-order4_BannerFb2.jpg

Tips Sukses Membuat Roti

Tips Sukses Membuat Roti

1. Pastikan menggunakan bahan yang masih baik dan timbang bahan dengan teliti. Jangan sampai ragi yang digunakan sudah kadaluarsa atau ada yang salah timbang. Gunakan resep/formulasi yang telah teruji.
2. Pastikan adonan tercampur/teruleni dengan baik hingga kalis sempurna. Tandanya adalah bila sejumlah kecil adonan direntangkan pelan-pelan dengan tangan akan membentuk lapisan film yang tipis dan tidak putus.
3. Pastikan adonan difermentasikan/diproofing/dikembangkan dengan sempurna. Tandanya adalah adonan telah menjadi kira-kira 2 kali besar adonan semula. Cara mengeceknya adalah tekan/sentuh pelan adonan dengan ujung jari kita, bila terlihat ada bekasnya, maka adonan siap untuk dipanggang.
4. Pastikan suhu oven telah siap untuk memanggang adonan roti dan pastikan roti telah matang sempurna sebelum dikeluarkan dari oven.
5. Untuk roti tawar atau roti yang memakai cetakan, segera setelah matang dan keluar dari oven, keluarkan roti dari cetakannya dan dinginkan. Untuk roti manis, oles permukaannya dengan butter untuk mempercantik.
6. Untuk roti tawar, potong-potong roti setelah dingin.
7. Simpan roti setelah dingin dalam kemasan tertutup untuk mencegah roti menjadi kering.

Membuat roti hanya memerlukan banyak praktek. Sekali kita mengenal n memahami tiap tahapan proses membuat roti, maka membuat roti menjadi hal yang mudah.

cropped-order4_BannerFb2.jpg

Metode Pembuatan Roti

Dalam industri rerotian, dikenal beberapa metode atau cara pembuatan roti:
1. No time dough proses (pembuatan roti metode cepat)
Dalam metode pembuatan roti no time dough ini, semua bahan diaduk menjadi satu, kemudian difermentasikan secara cepat. Karena dituntut proses yang cepata, maka diperlukan bahan tambahan (additive) yang sifatnya membantu/memperbaiki teksture roti yang dihasilkan. Bahan tambahan roti yang digunakan berupa penguat dan pelembut adonan.

2. Rolling development (break roll method)
Metode pembuatan roti ini berasal dari Australia dan banyak dipakai di Indonesia, industri roti skala kecil. Bahan dicampur dengan mixer secukupnya, kemudian dibuat kalis melalui mesin rolling. Hasil roti yang dihasilkan berteksture halus dan berpori rapat. Namun juga diperlukan bahan tambahan untuk menyempurnakan proses pembuatan rotinya.

3. Straight dough method
Dalam pembuatan roti metode ini, semua bahan diaduk menjadi satu dan kemudian difermentasikan. Waktu fermentasi bisa bervariasi antara 2-3 jam. Setelah fermentasi mencapai kira-kira 80% an, adonan dikempeskan, kemudian dibulatkan kembali, dan fermentasi dilanjutkan. Selanjutnya adonan dibentuk sesuai peruntukannya.
Roti yang dihasilkan dengan metode ini tidak sehalus dan tidak seharum roti yang dihasilkan dengan metode biang (sponge and dough method)

4. Sponge and dough method (pembuatan roti metode biang)
Pembuatan roti metode biang ini, terdiri dari 2 kali pencampuran dan 2 kali fermentasi. Sebagian bahan dicampur membentuk biang (sponge) dan difermentasikan selama 3-6 jam. Selanjutnya biang dicampur dengan bahan lainnya membentuk adonan (dough). Setelah adonan kalis sempurna, adonan difermentasikan dengan waktu yang lebih pendek (20-30 menit).
Roti yang dihasilkan dengan metode biang ini berteksture halus dan harum.

5. Continuous mixing method
Dipakai di industri roti berskala besar, menggunakan biang cair (liquid sponge). Biang cair difermentasikan dalam tangki stainless steel dalam suhu terkontrol selama beberapa jam. Biang cair ini didinginkan hingga siap digunakan. Proses selanjutnya pencampuran menjadi adonan (dough) tergantung dari masing-masing industri.

Metode pembuatan roti no 1 dan 2 biasa dipakai di industri roti skala kecil dan menengah.
Metode pembuatan roti no 3 dipakai di industri roti skala menegah dan besar.
Metode pembuatan roti no 4 dipakai di industri roti skala besar.