cropped-order4_BannerFb2.jpg

Tips Memanggang Roti

Dua aturan penting dalam proses pemanggangan adalah:
1. Suhu oven
2. Waktu pemanggangan
Suhu dan waktu pemanggangan ditentukan dari percobaan dan tergantung dari jenis roti yang dipanggang.

Tips atau aturan lama dan waktu pemanggangan adalah:
1. Penetapan suhu oven
Range suhu oven untuk mendapatkan volume roti yang optimal dan warna kulit roti yang bagus adalah 220-260 derajat Celcius.
2. Ukuran roti —> semakin besar ukuran roti, semakin lama waktu pemanggangan
3. Gula dan susu bubuk —> semakin tinggi prosentase gula dan susu bubuk dalam resep, semakin rendah suhu pemanggangan/oven.
4. Lemak –> semakin tinggi lemak dalam resep/formulasi, akan memperlambat gelatinisasi pati, jadi waktu pemanggangan semakin lama dengan suhu lebih rendah.
5. Kepadatan/sifat adonan
Sifat adonan ini berhubungan dengan banyaknya cairan dalam adonan. Makin banyak air maka waktu pemanggangan akan lebih lama.
6. Jenis kulit roti yang diinginkan
7. Makin lama waktu pemanggangan akan makin banyak air yang teruapkan dan makin renyah kulit roti yang terbentuk. Kulit roti yang renyah (crispy) dibentuk dengan menyemprotkan uap air (steam) sebelum dan selama baking.

cropped-order4_BannerFb2.jpg

Tips Menguji Ragi/Yeast

Tips Menguji Ragi

Berikut adalah cara/tips menguji ragi/yeast yang disimpan masih bagus untuk dipakai atau tidak.
1. Buat larutan gula dari ½ sendok teh gula dilarutkan dalam sejumlah air hangat (100-250 ml). Pastikan jangan terlalu panas, suhu cukup antara 25-30 derajat Celcius.
2. Masukkan 1 sendok teh ragi/yeast di dalamnya.
3. Tunggu selama 5 menit. Bila terbentuk busa dan gelembung udara, maka ragi/yeast masih bagus dan dapat dipakai untuk membuat roti.

cropped-order4_BannerFb2.jpg

Donat

Donat
Sumber: Soft Bread NCC dengan modifikasi

Bahan :
• 500 gr tepung terigu protein tinggi
• 100 gr gula
• 100 gr mentega
• 11 gr ragi instant (1 sachet)
• 1/2 sdt bread improver
• 2 btr telur
• 150 ml air es
• 1/2 sdt garam

Cara membuat:
1. Campur semua bahan kering, kecuali garam, aduk rata.
2. Masukkan telur dan air sedikit demi sedikit, aduk dan uleni adonan donat hingga rata.
3. Masukkan mentega, aduk/uleni adonan donat hingga hampir kalis.
4. Masukkan garam, uleni lagi adonan donat hingga benar-benar kalis elastis.
5. Diamkan adonan donat kurang lebih 10 menit.
6. Gunakan rolling pin, giling dan cetak donat.
7. Diamkan/kembangkan adonan donat kurleb 30 menit.
8. Goreng hingga matang.
9. Sajikan donat, bisa dihias dengan topping sesuai selera.

cropped-order4_BannerFb2.jpg

Tips Mengisi Adonan Roti Agar Tidak Bocor

Tips Mengisi Adonan Roti Agar Tidak Bocor


1. Untuk mengisi roti model bun (bulat), tipiskan bagian pinggir-pinggir adonan, bagian tengah dijaga tetap tebal. Letakkan isian roti di tengah dan tarik mengumpul menutup isian. Rekatkan dengan cara dipadatkan/ditekan dan agak sedikit diputar adonannya. Bila terasa berminyak/licin, gunakan sedikit terigu untuk membantu.
2. Berat isian roti kira-kira sepertiga berat adonan. Jadi kalau per biji adonan roti beratnya 60 gram, maka isi idealnya hanya sekitar 20 gr.
3. Isian roti yang berminyak/berlemak (butter, filling daging) sebaiknya dibekukan sebentar untuk memudahkan saat mengisi.

cropped-order4_BannerFb2.jpg

6 Tips Memilih Mixer Roti

Enam tips memilih mixer roti untuk usaha rumahan:

1. Pastikan tujuan kita membeli mixer.
Apakah mixer itu untuk menyalurkan hobi anda ber-baking ria, buat bakulan kue, atau bahkan mau buat industri yang lebih serius. Bagi yang hanya baking sesekali dalam sebulan, mungkin pilih yang “budget mixer” alias mixer murah meriah masih tidak masalah. Untuk yang serius bakulan tentunya diperlukan kualitas prima yang biasanya juga berharga tinggi. Bayangkan jika di sela-sela waktu harus memenuhi target/pesanan pelanggan, tiba-tiba mixer kita rusak. Harga sedikit lebih rendah di awal beli, jadi tidak sebanding dengan waktu, tenaga, dan kesempatan yang harus dibuang bila ada kerusakan.

2. Tentukan untuk adonan apa dan jenis mixer
Mixer untuk adonan cake akan lain dengan mixer untuk roti. Meskipun pada dasarnya mixer didisain untuk bisa dipakai di adonan cake, cookies, dan roti dengan membedakan tipe pengaduknya, namun tetap saja si mixer ini punya kelebihan di satu produk. Kalau mixer diperuntukkan untuk aneka ragam produk kue/roti, tentukan produk yang lebih sering kita buat.

3. Tentukan kapasitas mixer
Kalkulasikan kapasitas mixer sesuai dengan jumlah adonan yang kita buat sehari-hari. Bila kita sudah merambah bisnis yang dalam sehari bisa membuat adonan @ 5 kg dalam 3 batch, maka tidak efisien jika kita membeli mixer dengan kapasitas hanya 2,5 kg dengan asumsi kita akan membuatnya dalam 6 batch. Tentukan kapasitas mixer 10-25% lebih besar dari kapasitas kita saat ini.

4. Siapkan budget atau biaya
Jika kita sudah punya angan-angan mixer apa yang akan dibeli, saatnya untuk menyiapkan dana untuk membelinya. Bila memang tujuan kita mixer bagus dengan harga lumayan, jangan bergeming bila ada yang menawarkan mixer harga murah namun melenceng dari 3 hal yang sudah kita tentukan di atas. Ada baiknya bersabar sedikit menunggu tabungan cukup atau bisa juga dengan cara kredit usaha. Sah-sah saja kan kalau berhutang untuk usaha? Rasanya bukan untuk sesuatu hal yang konsumtif.

5. Lakukan review dan perbandingan
Setelah siap semua siap, mulailah mempelajari penawaran yang masuk. Bandingkan bukan saja dari segi harga namun kualitas. Untuk membandingkan juga harus sepadan. Jadi bandingkan mixer kapasitas 2 kg dengan yang sama-sama 2 kg. Cari tau info sebanyak-banyaknya, masukan dari yang sudah pernah menggunakan suatu jenis mixer akan sangat berguna dalam menentukan pilihan kita.

6. Belilah dari agen/supplier terpercaya dan pastikan ketersediaan spare part serta pelayanan purna jualnya. Yang ini tak perlu diperjelas sudah jelas kan?

cropped-order4_BannerFb2.jpg

Menentukan Berat Adonan Roti Dalam Loyang

Sering kita bingung saat pertama kali menentukan berapa berat adonan roti tawar yang harus diletakkan dalam loyang.
Ada rumus yang biasa digunakan oleh para baker, seperti berikut ini:
1. Untuk roti tawar loyang terbuka (open top) –> Berat adonan = volume loyang dibagi 4,5
2. Untuk roti tawar loyang dengan tutup (sandwich) –> Berat adonan = volume loyang dibagi 5,2

Volume loyang, diukur berdasarkan panjang, lebar, dan tinggi loyang.
Contoh untuk ukuran loyang 12,5 × 12,5 x32 cm, maka
1. Berat adonan roti tawar open top = 1100 gram
2. Berat adonan roti tawar sandwich = 960 gram

Faktor/angka 4,5 dan 5,2 diperoleh dari percobaan. Bila tidak puas dengan hasilnya, maka berat adonan ini bisa disesuaikan, ditambah ataupun dikurangi. Misal tekture roti terlalu jarang, maka berat adonan ditambah. Atau sebaliknya bila tekture roti terlalu padat, berat adonan dapat dikurangi.

Mengapa Membuat Roti Harus Menggunakan Tepung Terigu

Untuk membuat roti kita membutuhkan gluten, sedangkan gluten hanya terdapat di dalam tepung terigu (yang digiling dari biji gandum). Gluten adalah sejenis protein yang tidak larut dalam air dan memiliki fungsi untuk menahan gas yang terbentuk selama fermentasi/peragian. Gluten akan terbentuk jika tepung terigu diberi air dan diuleni.

Ada 2 macam protein dalam tepung terigu yaitu protein yang tidak larut dalam air (gluten) dan protein yang larut dalam air. Gluten merupakan unsur terpenting dalam pembuatan roti. Gluten menghasilkan jaringan elastis yang berfungsi menahan gas CO2 yang dihasilkan ketika adonan berfermentasi/mengembang sehingga adonan dapat mengembang dengan sempurna.
Pada tepung terigu protein rendah, kandungan gluten ini sangat sedikit sehingga tidak mampu menahan gas CO2 yang dihasilkan yang berakibat roti akan kempes atau keras/alot setelah dipanggang. Bila membuat roti dengan terigu protein rendah maka hasilnya tidak akan maksimal karena volume roti tidak bisa besar, teksture tidak halus dan jumlah roti yang dihasilkan tidak sebanyak jika menggunakan terigu protein tinggi.
Pada pembuatan roti manis, kadang-kadang dipakai campuran terigu protein tinggi dan sedang agar diperoleh teksture roti yang lebih lembut dan tidak terlalu kenyal.